Barang Import Sementara Yang Bebas Bea Masuk

Barang Import Sementara Yang Bebas Bea Masuk

Impor Sementara adalah pemasukan barang impor ke dalam Daerah Pabean yang benar-benar untuk diekspor kembali dalam jangka waktu paling lama tiga tahun.  Barang Impor Sementara adalah barang yang pemasukannya menggunakan mekanisme Impor Sementara.

Barang impor dapat disetujui untuk dikeluarkan sebagai Barang Impor Sementara apabila pada waktu impornya memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Barang tidak akan habis pakai;
  2. Mudah dilakukan identifikasi;
  3. Dalam jangka waktu Impor Sementara tidak mengalami perubahan bentuk secara hakiki kecuali karena penggunaan;
  4. Tujuan penggunaan barang jelas;, dan
  5. Terdapat dokumen pedukung yang menyatakan bahwa barang akan diekspor kembali.

Terhadap barang Impor Sementara dapat diberikan pembebasan Bea Masuk (BM) atau keringanan Bea Masuk (BM). Barang-barang yang diberikan fasillitas Bebas Bea Masuk atau keringanan Bea Masuk (BM) adalah:

  1. Barang untuk keperluan pameran yang dipamerkan selain ditempat penyelenggaraan pameran berikat;
  2. Barang untuk keperluan seminar atau kegiatan sejenis;
  3. Barang untuk keperluan peragaan atau demonstrasi;
  4. Barang unuk keperluan tenaga ahli;
  5. Barang untuk keperluan penelitian, pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan ;
  6. Barang untuk keperluan pertunjukkan umum, olahraga, dan perlombaan;
  7. Kemasan yang digunakan dalam rangka pengangkutan, pengemasan barang impor atau ekspor baik secara berulang-ulang maupun tidak;
  8. Barang untuk keperluan contoh atau model;
  9. Kapal pesiar atau perorangan yang digunakan sendiri oleh wisatawan mancanegara;
  10. Kendaraan atau sarana pengangkut yang digunakan sendiri oleh warga negara asing;
  11. Barang untuk keperluan untuk diperbaiki, direkondisi, diuji, dan dikalibrasi;
  12. Binatang hidup untuk keperluan pertunjukkan umum, olahraga, perlombaan, pelatihan, pejantan, dan penanggulangan gangguan keamanan;
  13. Barang untuk keperluan penanggulangan bencana alam, kebakaran, kerusakan lingkungan, gangguan keamanan dan untuk tujuan kemanusiaan atau sosial;
  14. Barang untuk keperluan kegiatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI)
  15. Kapal yang diimpor oleh perusahaan pelayaran niaga nasional atau perusahaan penangkapan ikan nasional;
  16. Pesawat dan mesin pesawat yang diimpor oleh perusahaan penerbangan nasional;
  17. Barang pribadi penumpang, barang pribadi awak sarana pengangkut, dan barang pribadi pelintas batas;
  18. Barang pendukung proyek pemerintah yang dibiayai dengan pinjaman aau hibah dari luar negeri;
  19. Saran pengangkut yang tidak dipergunakan untuk pegangkutan dalam Daerah Pabean;
  20. Petikemas yang tidak digunakan untuk pengangkutan dalam Daerah Pabean;
  21. Mesin dan peralatan untuk kepentingan produksi atau pengerjaan proyek infrastruktur;

Demikian lah barang-barang Impor Sementara yang mendapatkan fasilitas Bebas atau keringanan Bea Masuk (BM). Namun harus diingat ketentuan-ketentuan mengenai Barang Impor Sementara tersebut, karena dalam pengajuan permohonan ijinnya ada yang dikecualikan terhadap barang dan dengan kriteria tertentu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *